sewaambulance.life

Anda pasti tahu bahwa sperma yang membuahi sel telur bisa menyebabkan kehamilan. Namun, masih banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana sperma bisa membuahi sel telur. Pasalnya, kehamilan bisa terjadi meski pria berejakulasi di luar vagina. Jadi, sangat memungkinkan bagi sperma untuk bertahan hidup tanpa harus berada di dalam rahim. Lantas, jika sperma menempel di kulit, apakah sperma masih hidup? Apakah masih bisa menyebabkan kehamilan? Simak penjelasannya berikut ini.

Berapa lama sel sperma bertahan saat menempel di kulit manusia?

Sel sperma hidup di air mani pria. Air mani itu sendiri adalah cairan yang dikeluarkan pria melalui penis saat dia berejakulasi.

Di dalam rahim, sel sperma akan terpisah dari air mani dan berenang menuju sel telur. Jika berhasil bertemu sel telur, kombinasi keduanya akan tumbuh sebagai janin.

Jika air mani diproduksi di luar vagina dan menempel di kulit, sel sperma yang dilindungi oleh cairan ini bisa bertahan untuk sementara waktu.

Menurut para ahli, sel sperma bisa bertahan di kulit manusia hanya dalam beberapa menit. Apalagi jika tangan atau kulit Anda cukup kering.

Namun, bisa dipastikan jika air mani di kulit mengering, sel sperma juga akan mati dan tidak bisa menyebabkan kehamilan.

Namun, jika air mani masih basah dan suhu kulit Anda cukup hangat dan lembab, maka kemampuan bertahan sperma meningkat.

Beberapa ahli menyatakan bahwa dalam kondisi sempurna, dimana permukaan kulit hangat, lembab, dan air mani masih basah, sel sperma dapat hidup hingga 20 menit.

Bisakah Anda hamil jika sperma menempel di tangan atau bagian lain dari kulit Anda?

Jika air mani menempel di kulit sekitar vagina (tidak masuk ke dalamnya), kemungkinan hamil sangat kecil. Pasalnya, sperma tidak akan bisa mengalir ke rahim begitu saja.

Namun, risiko hamil tetap ada setelah Anda melakukan masturbasi dengan pasangan. Setelah melakukan masturbasi, air mani mungkin menempel di tangan.

Jika tangan dan jari yang masih lengket dengan air mani langsung menyentuh bukaan vagina tanpa penundaan, hal ini bisa berujung pada kehamilan.

Pasalnya, sel sperma yang masih hidup di permukaan kulit jari Anda bisa bergerak dan masuk ke rahim melalui vagina.

Menurut dr. David Delvin, pakar kesehatan seksual dari International Society for Sexual Medicine, kemungkinan hamil karena sperma yang masih bertahan di kulit ini sangat kecil.

Namun, bukan berarti tidak mungkin.

Jadi, untuk menghindari kehamilan atau penularan penyakit kelamin, sebaiknya tetap gunakan kondom meski tidak tembus.

Selain itu, setelah ejakulasi di luar, segera seka air mani yang menempel di kulit Anda atau pasangan hingga benar-benar kering. Hindari juga menyentuh vagina secara langsung setelah menyentuh penis yang berejakulasi.

Faktor yang mempengaruhi kemampuan sperma untuk bertahan hidup

Sejauh mana sperma bertahan hidup di luar rahim bervariasi dari orang ke orang.

Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor risiko seperti gaya hidup yang tidak sehat, kebiasaan merokok, minum alkohol, obesitas, konsumsi obat-obatan tertentu, dan kualitas sperma itu sendiri.

Semakin rendah kualitas sperma Anda, semakin cepat sel sperma akan mati setelah ejakulasi.

Postingan Bisakah hamil jika terkena sperma yang menempel di kulit muncul pertama kali di Hello Sehat.

Leave a Reply